Do’akanlah aku tidak hanya sekuat Ali R.A tapi do’akanlah aku semulia Hanzallah R.A

Do’akanlah aku tidak hanya sekuat Ali R.A,

Dimana dengan keyakinan akan jodohnya kepada Allah dan rindu akan bidadarinya.. beliau berjuang di jalan Allah dibarisan terdepan, hanya memikirkan dakwahnya kepada Allah.. hingga Akhirnya Allah menghadiahkan  Pasangan terbaik sepanjang Sejarah peradaban manusia bersama bidadari idaman dari masa kecilnya Fatimah Azzahra….

Tapi do’akanlah juga aku semulia Hanzallah R.A…

Dimana dengan menyegerakannya menyempurnakan agama Allah, beliau menjadi satu-satunya manusia yang dimandikan  oleh malaikat, karena belum ber tharahah akan junubnya dengan Istrinya yang baru dinikahi sehari sebelum Syahidnya dijalan Allah…

Dimana ketika tujuan itu sudah jelas, dan kita berjuang di jalan Allah hanya mengharap ridha Allah.., maka allah akan menghadiahkan yang terbaik bagi kita… Entah itu sekuat Ali, ataupun semulia Hanzallah .. yang jelas kedua Keluarga  penunjang dakwah tersebut akan berujung pada Syurga-Nya Allah.. dengan kepemimpinan mereka di keluarganya Maka mereka akan bertemu di Indahnya Syurga Allah….

Jadikanlah aku diantara mereka berdua ya Allah.. aamiiin..

Firdaus_Irfan (20-04-2012) 


….Bahkan belum satu tangkai bunga syurga pun telah kudapatkan untuk hadiah penantianmu IBU…

 

Astaghfirullahhalazim…

siang itu dalam perjalanan ku ke bandung menuruni bukit ditengah gerimis..untuk ketiga kalinya ku menangis di depan umum.. rengekanku yang  pertama, ketika saat terakhir kalinya ku merasakan hangatnya nafas terakhir wanita terbaik sepanjang masa.. kedua ketika bocah2 palestina dibiadabi para zionis kala itu saya ga peduli merengek didepan para junior lainnya..
dan terakhir kemarin.. sebegitu cengengkah aku.. biar aku disebut cengeng tapi demi Allah aku malu padaMu ya Rabb.. aku malu padamu ibu..

teriakanku ditengah jalanan macet.. tangisanku di saat lampu merah.. semua mata memandangku…

yang jelas kurasakan pada waktu itu AKU MALU….

Aku malu padamu Bu..!
pandangan terakhirmu seolah membahasakan “Jaga adekmu baik-baik ya, kalau bukan kamu siapa lagi”
tapi kerapkali aku tak peduli pada kesulitan kesulitan beliau teralihkan karena kesibukanku sendiri….Maaf ibu

Aku malu padamu Bu..!
Telah kau tanamkan nilai agama sejak aku sangat kecil dengan harapan lahir seorang Muslim yang kaffah pada diri anakmu ini,
Tapi terkadang anakmu ini selalu mengeluh dalam perjuangan menegakkan agama kita,terkadang mengelak , terkadang juga orientasinya bukan karena Allah rabb kita maaf ibu..

Sungguh belum satu tangkai bunga pun telah kudapat ibu… hanya buih dosa yang kian menggunung… amat sangat malu aku apada Mu ya Allah.. Ya Ummi..

ya Allah istoqamahkanlah aku dijalan perjuangan ini, agar bunga syurga itu bisa kupetik dan kuhadiahkan pada tangan kecilnya yang halus, supaya bisa kualirkan sungai firdaus baginya agar senantiasa kecantikanya bersinar bagaikan mentari syurga

ibu see you at jannah… aamiin..

Cinta sumber keistiqamahan

Ya Allah jadikanlah cinta-cintaku pada selain-Mu adalah hilir dari hulu Cintaku pada-Mu., jaga selalu agar cinta-cinta selain pada-Mu selalu dalam naungan Cintaku pada-Mu..,

Karena cinta yg diluar koridor selain pada-Mu hanya berujung dua, yaitu Kepalsuan materi dunia, dan kenistaan syahwat untuk berzina..

orang-orang yg bisa istiqomah di as-shirath dunia insyaAllah bisa istiqomah pula di as-shirath akhirat, karena dunia merupakan kunci penentu seperti apa perjalanan kita kelak..,

salah satu energi terbesar keistiqamahan adalah cinta kita pada Allah., ibnu Taimiyah membahas korelasi 2 hal tersebut dalam salah satu bukunya salah satu ungkapannya “Mereka istiqamah dalam mencintai-Nya dan beribadah kepadan-Nya. Mereka tidak menoleh dari-Nya,baik kekiri atau kekanan”

Permasalahan akan timbul ketika hulu cinta ada dua dimana hulu tersebut bisa sama atau mungkin hulu Cinta dunia lebih besar dibandingkan Kecintaan kita pada Allah…, maka kita akan sangat mudah menyimpang diantara As-Sirath dunia., semudah kita melangkah kekiri atau kekanan di antara jalan kayu yang usang dimana dikanan-kiri kita ada jalan beton ditambah pula dengan jajanan-jajanannya..,Kita tahu benar seperti apa urgensi kistiqamahan dalam kisah kisah seperti terjungkalnya seorang Ahli ibadah dengan maksiatnya di akhir hayatnya, karena Akhir hayat kita yang menentukan segalanya..

Kawan kita tidak tahu sampai kapan kaki ini menginjakan di Alam Rusak ini,

Kita tidak tahu nafas ini mengeluarkan hembusan terakhirnya,

Pun kita tidak tahu waktu dimana berhentinya Aorta menyebarkan darah segar ke pelosok-pelosok tubuh kita,

kunci dari itu semua adalah satu kata ISTIQOMAH.. ,satu kata yang menjadi penjamin kita mengarungi As-Sirath dunia, keberlangsungan kata tersebut akan selalu ada dalam jiwa ketika cinta kepada Allah masih tumbuh subur menjadi penghulu cinta-cinta yang lainnya..,

Tarbiah sampai liang lahat adalah tagline wajib bagi insan yang mendambakan suburnya cinta pada Allah selamanya..

Cinta itu akan memantapkan keistiqamahan, mendatangkan ketenangan hati, menyuguhkan Syurga dunia menjadi pasak hantaman badai-badai ikhtiar Setan

 “Maka tetaplah (Istiqâmahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS 11:112).

Wallahualam bissawab.,

Hidayah..

Hidayah..

Dia bisa datang dari keindahan bunga Mawar, dengan diamnya..

Dia bisa datang dari kegelapan malam, dengan sunyinya..

Tapi satu yang pasti.. Dia datang dari kasih sayang Rabb nya., melalui ruasan disetiap keindahanya, bila itu mawar

Dan melalui semilir disaat kegelapan, bila itu malam..

Dia datang karena selimut ikhtiar telah hangat menyelubungi hausnya kalbu., karena dia tidak menghampiri tapi dicari..

Dialah nikmat terbesar sepanjang ruang dan masa

Dialah Hidayah.,

Surat untuk calon istriku

Assalamualaikum

Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat – ayat suci kepada anak – anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.

Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Cinta, izinkanlah aku nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki – laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.

Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.

Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Calon Imam hidupmu

Mungkin Cinta karena Allah itu.,.,.,

Mungkin cinta karena Allah itu tidak ingin orang yang di cintainya selalu mengingat dirinya, akan tetapi sangat ingin sekali orang yang dicintainya senantiasa mengingat Allah setiap saat dengan jalan DzikruLLah,,

Cinta karena Allah itu tidak mengharapkan hadiah dari dia yang di cintainya, tapi bila orang yang dicintainya beramaldengan sempurna kepada Allah terasa seperti kado yang istimewa baginya,,

Cinta karena Allah itu tidak ingin memilki orang yang dicintainya, tapi sangat ingin menyadarkan bahwa orang yang dicintainya hanyalah milik Allah semata,,

Cinta karena Allah itu tidak akan rindu dengan melihat paras yang dicintainya, tapi dia akan selau rindu melihat paras orang yang dicintainya berselimutkan cahaya di Jannah Kelak,,

Cinta kerana Allah itu tidak akan mengajak orang yang dicintainya menuju perrzinahan,tetapi akan membimbingnya agar terhinadar dari perzinahan,,

Cinta karena Allah itu tidak mutlak terasa indah bila ada didekatnya, tapi akan selalu terasa kenyamanannya dikala orang yang dicintainya dekat dengan Allah,,

Cinta karena Allah itu tidak selalu ingin yang dicintainya mengatakan cinta kepadanya , tapi dia selalu mengharapakan orang yang dicintainya menyatakan cintanya kepada Allah dengan jalan ketaqwaanya,,

Dan cinta karena Allah itu tidak akan selalu berharap otrang yang dicintainya pula cinta kepadanya , tapi dia akan selalu mendambakan dan berdo’a agar dia yang dicintainya selalu dicintai Allah , senantiasa berada dalam lindungan-Nya, serta selalu berharap akan Bimbingan-nYa senantiasa memapah sang Bidadarinya.,,

“Only in the Name Of Allah the Real true LOve Will Be EXISt”

Renungan untuk sebuah kepastian…

Meskipun benteng Roma terbentang, dan kau merasa aman berada didalamnya

Walaupun kau pada menara Persia yang menjulang, dan kau merasa kuasa atas segalanya,,,

dia akan tetap datang menyambarmu..
dia akan tetap mengambilmu….

tak kurang bagaikan petir menusuk bumi,

atau mungkin lebih dari kecepatan cahaya yang menghancurkan segala paradoks ruang dan waktu….,

semua kehendak-Mu ya Allah Yang maha Perencana…

Ya dia sang MAUT……


“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan meguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami (Al-Anbiya’:35)”


Meskipun jarum itu telah mengoyak jantungmu,dan kau marasa harapan sudah setipis keluhan,,
atau mungkin ketika ban mobil sudah siap mengiling mu,, dan kau sudah merasa dimenit kemudian akan berpindah alam.,,,

Meskipun begitu keadaannya ketika Allah tidak berkehendak, maut pun enggan menghampiri..

Sudah hampir sebulan yang lalu kedekatan dengan maut telah menguak betapa banyaknya dosa yang diperbuat dibandingkan amalan yang telah dikerjakan seorang hamba Allah yang masih jauh dari cita-citanya yaitu bertemu dengan Allah dengan semestinya bekal ,,,

ketika itu Seretan aspal basah sejauh kurang lebih 6-10 meter (Ga diukur si) menggerus jaket gamais(alhamdulillah karena basah jadi ga berbekas),, pikiranku fokus ku pada waktu itu hanya tertuju pada kolong mobil, kosong sangat kosong meskipun mulutku beristighfar tapi pikiranku tidak mengingat mu ya Allah,, saya tidak bisa membayangkan pada waktu itu harus meninggalkan alam yang fana ini tanpa mengingat mu ya Allah,, Astaghfirullah,, nauzubillah ,,,

Percikan api akibat konversi gaya gesek yang berlebih, antara material motor dengan aspal, mewaranai perjalanan ku menuju hantaman mobil.. menuju kolong mobil tepatnya ,, yang pada saat itu saya berpikir itu adalah kolong perpindahan alam ku menuju alam lain,,

dalam rentan sekitar plus minus 5 detik itu hanya beberapa hal yang masih teringat, pertama dosa, kedua wajah ibu, dan yang ketiga pasrah.,

Detik kemudian Bnturan pun terjadi secara reflek tubuh saya menjauhi benturan ke kanan dan hanya berkisar 1 meter di pinggir ban mobil,, seraya itu kekosongan fikiran sirna,teman dibelakang berteriak turut menghapus kepanikan dan kekosonganku pada waktu itu..,

beberapa detik kemudian saya hanya bisa tersenyum dibalik helm yang berkaca retak itu kebahagiaan ku pada saat itu masih diberi kesempatan mencari bekal yang benar-benar bekal ketika menghandap-Mu ya Rabb,,…
ReM motor yang sudah 2 tahun ga diganti itu hanya sebuah jalan untukku menemukan ibroh dari peristiwa ini, semuanya adalah kehendakmu Ya Allah,, semuanya tabiah dari Mu ya Allah,,
Meskipun motor sudah setengah almarhum, dan kaki kanan perlahan mulai kesulitan digerakan,, hanya satu yang saya rasakan waktu itu kebahagiaan yg ga bisa diungkap “Allah masih belum bisa mengambil Hambanya dalam keadaan seperti ini”,,

Ya Allah,, terlalu bodoh untuk diriku untuk tidak mengindahkan kesempatan yang berulang engkau berikan,, Nikmat apa lagi yang akan aku ingkari darimu-Ya Allah,,,,

Sebulan sudah tekad ku turun dan naik-gunung tanpa motor (karena rusak si),,, trauma itu masih ada,, Ya Allah semoga bisa dijadikan pembelajaran dalam langkahku untuk sungguh-sungguh berjihad dijalan-Mu ya Allah

peristiwa tersebut mengingatkan kita bahwa maut benar-benar ada disekeliling kita, kpanpun dimanapun dengan kehendak Allah Kepastian untuk setiap mahluk tersebut akan mengambil kita, tanpa kompromi.., entah itu kepala gamais, sekjen, kadept, ataupun tukang nongkrong dihimpunan,, mungkin maut kita di beberapa detik kemudian setelah antum membaca notes ini,,, Wllahualam,,

Allhamdulillah hingga kini saya dan kita semua masi diberi kesehatan,,, Sebuah kesehatan yang sangat tiada tara berharganya dibanding seisi dunia ,,,
kesehatan untuk taubat, kesehatan untuk beristighfar, dan tentunya untuk beribadah., Yuk kita melangkah lebih baik,,

Allahuakbar!!!!!

… Ya Allah ya Karim,, Arrahman Arrahim…..

Ya Allah terimakasih, segala puji bagi Allah tuhan semesta alam

nikmat apa lagi yang akan aku ingkari……

walahualam bisawaf..
Astaghfirullahhaladzim..3x

Journey to Ambon

Bismillahirrahmanirrahiim

Detik ini ku”tari”kan tinta penaku pada saat berlayar diatas beribu-ribu shaf awan putih yang tampak sedang bersujud kepada sang penciptanya. Sejenak bahtera meninggalkan gerombolan putih tersebut,tak lama kemudian tiba gerombolan lain dengan kekokohan dan barisan yang lebih rapat membentuk lautan putih menyibak lautan biru yang sedang menyelimutinya pada suatu siang cerah di langit Banda.

Sekilas tampak pula atol-atol hijau dengan cincin luar putih yang melingkar mulai meninggalkan koloni pulau-pulau besar lainnya, yang akan tertuju kedaratan yang lebih luas, menuju Negeri Seribu pulau negeri para raja AL-MULK MALUKU.



“PK-YVQ” tulisan pada sayap kanan pesawat senantiasa mengirngi dan menunjukan keagungan Illahi pada setiap meter dayuhan pesawat yang kami tunggangi. Sungguh tak terkira nikmat yang Allah anugrahkan pada kami untuk bisa lebih jauh mentadaburi alam ciptaaNya.



“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”(Ar-Rahman:16)

Sekilas bila kita coba mengambi ibrah dari peristiwa tersebut tampak gulungan-gulungan putih tersebut mengingatkan kinerja amal jama’i. Terlihat awan dilangit senantiasa berusaha memutihkan langit serta senantiasa menantang hegemoni laan ngit biru dan laut biru yang sudah menjadi tabiat alamnya.
Ketika kita menganalogikan dengan kondisi problematika ummat ketika tabiat manusia pada dasarnya lebih kepada keduniaan, dan senantiasa menuruti hawa nafsunya menuju lembah kejahiliahan. Tentunya dengan bantuan setan la’natullah semakin memperosokan manusia kepada jurang-jurang kenistaan berslimutkan kemaksiatan.

Maka persoalan da’wah yang intinya amal ma’ruf nahi mungkar bukan pekerjaan yang mudah “SANGAT BUKAN” saat kita berupaya mengikis kejahiliahan sampai ke akar-akarnya sangat sulit bila dilakukan seorang diri.

“Sangat sulit bagi seonggok awan memutihkan langit cerah diatas lautan biru yang luas”

Menuju Ambon untuk sinergisasi amal jama’I skala nasional, tak salah ketika niatan kita menginjakan kaki di pulau rempah ini untuk hal yang besar tersebut. Pertemuan para mujahid muda pada seluruh pelosok nusantara ini tak lain adalah untuk senantiasa merancang gerak bersama melawan kejahiliahan yang telah sangat terstruktur mengakara dan tentunya digarapo leh musuh terbesar kita.

pada FSLDKN XV @ Ambon akan dirancang dan dieksekusi kemufakatan untuk suatu peradaban yang bukan hanya isapan jempol

Karena

“Indonesia Madani bukan hanya impan”

Dan Kita Memang pemimpin…….

Jikalau aku jadi seorang pemimpin, aku tidak ingin hidup di menara gading, aku ingin hidup bersama dengan rakyat

jikalau aku jadi seorang pemimpin, aku tidak ingin hanya memahami status quo dan memanfaatkan alam bagi kesejahteraan manusia saja, tetapi aku ingin mengajarkan bagaimana caranya menjawab “akan menjadi apa kita ini?”

jikalau aku menjadi seorang pemimpin, aku tidak ingin hanya mengajarkan fakta-fakta, tetapi mengajarkan kebenarannya dibalik semua yang terjadi

jikalau aku menjadi pemimpin, aku tidak ingin hanya mempelajari teori-teori dan prinsip-prinsip yang berlaku universal, aku ingin memahami dan belajar dari penderitaan batin, budaya dan peradaban masyarakatnya

jikalau aku menjadi pemimpin, aku memang akan mengemban tanggung jawab objektif tetapi jauh lebih baik jika dapat mengemban tanggung jawab sosial yang membawa kepada kesadaran diri

kenapa??
karena setiap manusia adalah pemimpin di muka bumi ini

‘Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: ”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(Al-Baqarah:30)

My friend Grandpa”S ,,,