Midas Touch #2 Index Finger : F.O.C.U.S

Focus disini diakronimkan dari Follow One Course untill Succesfull. Ini yang menjadi  alasan kenapa  Hanya 1 dari 10 entrepreneur yang sukses salah satunya terganjal pada prinsip ini. Terlalu banyak entrepreneur yang berkata “bisnis ini ga profit, nampaknya tren bisnis sudah beralih”, atau “sudah ga ada harapan lagi bisnis model kaya gini mah” . Alasan utamanya bukan karena logika tapi lebih ke emosi , lebih ke mental.  Bisa saja faktor internal dari kejenuhan ataupun faktor eksternal karena kebawa-bawa orang dan tren yang terjadi.

Follow One Course untill Succesfull, yang berarti Ikuti suatu bidang sampai sukses. Merupakan mantra seorang entrepreneur yang tidak hanya pandai ber-visi,  lebih dari itu adalah menjadikan visi menjadi kenyataan. Tanpa FOCUS  transformasi Visi ke realisasi tidak akan terjadi. Tetap yang membedakan seorang Pro dan amatir dalam berbagai hal adalah kemampuan FOCUS, entah itu atlit, profesi,  ataupun entrepreneur (baca lebih lanjut di buku OUTLIER : Malcolm Gladwell ttg. 10.000 jam terbang) . Letak telunjuk sangat berdampingan dengan ibu jari, menandakan antara kekuatan karakter dan prinsip FOCUS sangat saling menunjang satu sama lain.

Dimana fokus mu ?

Telah di bahas di midas touch yg pertama terkait model pendidikan (zaman industri) yang menghendaki seseorang menjadi pekerja yang terampil. Si ranking-1 ini akan menjadi Pegawai yang sangat apik, bergaji tingggi, ekspert di bidang nya, seperti di rumah sakit, insinyur ataupun akuntan perusahaan. Dia akan semakin nyaman dengan dunia nya dan umumnya tidak akan telintas terhadap bidang lain atau lebih umum. Ketika semakin ahli di bidangnya sehingga orang lain jarang yang menyamainya,  maka status kepegawaiannya (Employee) akan berubah menjadi Self Employee diwakilkan huruf S contohnya dokter spesialis yang sudah membuka praktek sendiri, ataupun insinyur yang sudah membuka perusahaan konsultannya sendiri dan dia menjadi konsultannya. Perbedaannya Kuadran S lebih tidak menjaminkan keamanan dibanding kuadran E, perhatikan diagram kuadran dibawah

cashflow-quadrant-with-arrow

Yang sudah ada di kuadran S jelas dia telah memenangkan FOCUS di kuadranya. Tapi ketika jalan hidup kita sebagai Entrepreneur apakah fokus kita ada disebelah kiri Kuadran ? tentu tidak… sebisa mungkin sudah harus beranjak ke sebelah kanan kuadran. Penguasaan  Midas Touch ada di sebelah kanan kuadran, maka FOCUS lah disana. Kuadran B untuk Bussines Owner mindsetnya bukan lagi seberapa hebat dia, tapi Mencari yang jauh lebih hebat dari dia, hampir tiap saat pikiran utamanya adalah mencari orang yang trbaik dari kuadran E ataupun S.

Kuadran “I” untuk investor disini sangat berbeda dengan rencana pensiun ataupun tabungan yang lazimnya dilakukan orang yang ada di kuadran E dan S. Investasi yang dilakukan diatas  kiyosaki definisikan masih bukan kriteria investor, karena masih menggunakan uang pribadi untuk investasinya. Investor disini kecakapannya hampir tidak mempergunakan uang sendiri, tapi dari luar karena  kepercayaan banyak orang sehingga dia bisa memperjualbelikan sistem yang dibangun oleh banyak para Kuadran B. Kuadran inilah cita-cita semua entrepreneur.

 

Apakah anda kehilangan “big picture ?”

Di kuadran kiri terlihat orang orang yang kita sebut “Specialist”, sedang di kuadaran kanan FOCUSnya di “Generalist”. Untuk bergeser dari kuadran S ke B sulit.. karena memang harus berganti mindset 180 derajat. Semakin spesilais seseorang akan semakin sulit menemukan gambaran besar terutama di  bisnis, tidak heran jarang sekali ketika master koki menjadikan restaurant nya hebat mendunia cabang dimana mana karena yang dipikirannya hanya sekelumit dapur. Konsep entrepreneur sebagai generalist, adalah meng-hire sebaik baiknya Specialist untuk mengembangkan bisnis. Kita perhatikan diagram segitiga B-I berikut :

bi_triangle

Setidaknya dari segitiga tersebut ada 8 hal mendasar di bisnis yan harus dipahami, sekali lagi tidak perlu sangat ahli di semua komponennya. Seorang spesialist akan kesulitan mengkoordinasikannya karena satu sama lain komponen sangat berbeda. Segitiga tersebut terdiri dari

3 elemen yang memberikan struktur di bisnis ( Leadership (kepemimpinan), Penguasaan Misi, dan Pembentukan Tim). 3 elemen ini jarang sekali di pelajari di sekolah biasa. Umumnya sekolah militer terkadang menerapkannya. Komponen2 ini sangant bersifat Softskill.

5 elemen lainnya merupakan oprasional di bisnis  (dari mulai produk, legalitas, sistem, komunikasi market, dan Arus kass. Disinilah Hardskill bertebaran untuk membuat produk, detil hukum, manajemen, sampai akunting. Lebih detil mengenai segitiga B-I kita bahas di chapter lain..

8 kompetensi ini sering disebut integrity yang artinya menyeluruh dan komplit. Seyogianya ketika jalan hidup kita entrepreneur maka fokus kita ada pada 8 komponen tadi.

Kita sangat bisa menjadi sukses disetiap kuadran yang kita pilih, temukan kuadran yang bisa memenuhi panggilan jiwa terdalam mu untuk sukses. Setiap kuadran sangat memiliki tantangan dan keunikan masing masing. Dan FOCUS merupakan kunci untuk menunjuk dan menggapai kesuksesan.

Dari penjelasan diatas kita bisa tuliskan beberapa poin yang bisa dikontemplasikan mengenai jari telunjuk sebagai penanda FOCUS kita

  1. Teruntuk entrepreneur, Spesialisasi bukan teman mu. Kamu tidak usah mengetahui seluruh detil. Kamu bisa menghire orang terbaik di bidangnya. Jangan sampai sesuatu ke detilan membakarmu.. !!
  2. Semakin lama disekolah, kita akan semakin terspesialisasi. Kamu lebih tahu tentang sesuatu yang semakin sedikit dan mengecil. Keluar dari zona seperti itu lakukan apa yg bisa dilakukan sehingga bisa membongkar mindset-mu
  3. Entrepreneur sangat membutuhkan sang Generalist Semakin banyak kamu membaca, mendengar, dan melakukan semakin besar pengalamanmu tumbuh. Mengetahui sedikit tentang sesuatu yang besar dan banyak adalah sesuatu yang baik
  4. Bayar Spesialis untuk melakukan tugas dan pekerjaan. Tugas kita adalah memimpin, gunakan Segitiga B-I di organisasi. Jadilah delegator tugas didalam komponen oprasional bisnis sehingga kamu bisa leading (memimpin) Misi perusahaan dan Seluruh tim.
  5. Tetapkan target tertinggi, kita tidak akan pernah tahu sampai kita fokus menggapainya. Segalanya sangat mungkin ketika kita mengizinkan diri kita dan FOCUS
  6. Cari pengalaman dipekerjaan anda untuk melihat dari dalam seluruh komponen oprasional bisnis, analisa dan praktekan pada bisnis mu kelak
  7. Menjadi multilingual khususnya bahasa bisnis yang sangat banyak tadi, akan membuatmu belajar sangat cepat dan memimpin sangat luwes dengan berbagai kondisi yang dihadapi organisasi kedepannya.

Sampai jumpa di Jari tengah tentang Brand.

 

 

 

 

 

Midas Touch #1 The Thumb : Strength of Character

Apakah midas ? Diambil dari mitologi yunani salah satu raja terkenal di wilayah phyrgia (sekarang semenanjung turki) diceritakan konon katanya raja ini bisa  mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas. Trump dan kiyosaki dalam buku ini menganalogikan seorang Entrepreneur sejati bisa berbuat kurang lebih seperti demikian. Realitas lho ya.. banyak pebisnis ulung yang menyulap perusahaan yang sekarat menjadi kuat bahkan terbang melejit dalam waktu yang relatif singkat. Uniknya kiyosaki dan trump pada buku ini melambangkan setiap enterpreneur yg memililiki sentuhan tangan emas harus memenuhi 5 syarat yg terlambangkan oleh karskteristik masing-masing jari.

1. Jempol : Kekuatan karakter

Beberapa teori dalam bisnis banyak yang menyatakan bahwa gagalnya orang berwirausaha biasanya yg pertama karena kurang modal dan kurang pengalaman bisnis. Tapi ada satu hal lagi yang sangat penting dimana sumbernya dari dalam si pelaku sendiri yaitu kedewasaan emosi yang erat kaitanya pada kuatnya karakter. Secanggih apapun skill yang dia miliki, seluas apapun wawasan yang ia kuasai tapi tanpa tangguhnya karakter tetap dia akan menyerah ditengah pusara, karena permasalahan dan tantangan merupakan makanan sehari-hari dari seorang pengusaha. Jadi tanpa syarat yang ada pada ibu jari ini 4 syarat yang lain akan tidak stabil.

ruang kelas vs kehidupan nyata

Terdapat paradox yang unik ketika sekelas bill gates, steve jobs, atau dalam sekelas pengusaha lokal seperti bob sadino bermasalah dalam hal akademik formalnya. Sekolah atau universitas formal memang umumnya didisain untuk menjadikan siswa atau mahasiswanya sebagai pegawai yang taat ,  berkemampuan teknis unggul, dan tentunya didisain untuk melakukan sedikit kesalahan dalam mlakukan segala sesuatu. Jadi kalau kita juluki si “nilai A” ini sangat perhitungan terhadap suatu tindakan sehingga kesalahan dapat dihindari. Sejak kecil si “nilai A” ini didisain untuk tidak pernah salah di ujian, ke”salah”an adalah suatu keharaman. Ketika sedari dini sudah didisain demikian, hal seperti ini yang membuat mereka sangat takut untuk masuk kedalam zona bebas kehidupan nyata yang sangat bergelimang masalah. Berbeda dengan konsep pengusaha yang memang dari “kesalahan” itulah dia belajar banyak dan banyak belajar. Kesalahan itulah yang mengantarkan kepada ekskalasi hidup berikutnya dengan kematangan mental dan kemampuan logika yang baru. Maka kesalahan adalah gerbang menuju Midas Touch mu.  Biarkan kesalahan dan kegagalanmu menjadi feed-back yang membangun kepribadian tangguhmu berikutnya.

Multiple intellegences

Howard Gardner seorang profesor ahli bidang psikologi dan edukasi dari Harvard membagi kecerdasan manusia dalam belajar dan mengelola informasi kedalam 7 mesin kecerdasan. Beberapa update-an sampai 8 pengelompokan seperti pada diagram dibawah ini :

Kita tidak akan membahas satu per satu mesin kecerdasan silahkan baca saja tentang “multiple intellegences” cari saja di mbah gugel. Disini kita akan menyoroti satu kecerdasan yang sangat penting terutama ketika kita memilih jalan hidup seorang Entrepreneur. Kecerdasan apakah itu ? Kecerdasan ini sering disebut kecerdasan Emosi ada beberapa juga menyebut ” Succes Intellegence”. Nama kerennya adalah “intrapersonal intelegence” kecerdasan ini merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan “self talk” berkomunikasi dengn dirinya sendiri. Lebih jauh kecerdasan ini sangat berkaitan dengan pengaturan emosi pada diri dalam menghandel ketakutan, tantangan, kegagalan ataupun kebahagian. Tidak berlebihan memang ketika sebagian besar menyebutnya mesin kecerdasan untuk sukses. Atlit dunia tentunya sangat membutuhkan kecerdasan ini disamping kecerdasan kinestetiknya untuk senantiasa berlatih dan terus berlatih meskipun kegagalan terus mendera. Kecerdasan ini menjadi dasar untuk sukses di berbagai bidang. Juga kecerdasan inilah yang selalu menolong pengusaha dalam mengarungi dunia ketidakpastian, dimana banyak yang tenggelam akan ketakutan dibandingkan dengan hasrat untuk sukses.

Bisakah kita mengembangkan kecerdasan intrapersonal ?

jawabannya sangat bisa, layaknya seperti kecerdasan dalam verbal atau matematika semakin kita bisa menyelsaikan suatu persoalan maka level kecerdasan ini juga akan meningkat. Semakin kita sering menghadapi masalah ataupun tantangan dan kita mampu mengatasinya, kemahiran kita dalam mengelola emosi akan menigkat. So kuncinya adalah persisten , sabar, fokus pada solusi maka kemampuan intrapersonal kita membaik.

berikut beberapa catatan penting terkait “jempol” yang menandakan seberapa kuat kah karakter kita

a. Terdapat 7-8 kecerdasan pada manusia, kecerdasan intrapersonal sebagaimana kita bisa melakulan self-talk sangat menentukan kesuksesan terutama entrepreneur

b. Feedback terjadi kepada kita baik kita mau ataupum tidak, coba renungi pelajari dan sukseslah dengan banyaknya feedback yang membangun dirimu

c. Menjadi entrepereneur bukan skema jalan cepat kaya. Dia membutuhkan pengorbanan sebagai bagian dari perjalanan dan sangat diperlukan karakter yang kuat untuk memastikannya berjalan terus

d. Menjadi pintar disekolah belum tentu cerdas di jalan Kehidupan nyata. Sebuah dunia yg sangat berbeda Di kehidupan nyata pengelolaan emosi menjadi penentu terpenting kesuksesan

e. Kuatnya karakter bukan berati sombong, tetapi sebuah kekuatan untuk disiplin, determinasi,  dan mengendalikan.

f. Pasar setiap hari mumgkin menyewa dan memecatmu . Gerbang pertama Midas Touch membuat kita bangkit dan bangkit lagi.

Begitulah karakteristik sang Ibu jari yang akan membentuk sentuhan Midas, sampai jumpa di berikutnya di jari telunjuk dengan karakteristik F.O.C.U.S.

wassalam